London, 14 September 2026 – Tottenham Hotspur mengawali Premier League 2026-2027 dengan catatan mengecewakan setelah gagal mencetak gol dalam empat pertandingan pertama. Hasil terbaru datang ketika Spurs hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Everton di Tottenham Hotspur Stadium. Kebuntuan tersebut membuat pasukan Roberto De Zerbi belum meraih kemenangan dengan koleksi dua poin dan berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Tottenham juga telah menjalani hampir tujuh jam pertandingan liga tanpa mencetak gol. Seusai pertandingan melawan Everton, De Zerbi meminta maaf kepada pendukung yang menunjukkan kekecewaan terhadap performa tim. Pelatih asal Italia itu mengakui Tottenham sedang menghadapi persoalan fisik sekaligus hambatan mental yang harus segera diselesaikan.
Tottenham sebenarnya memasuki musim baru dengan harapan dapat memperbaiki performa setelah melakukan perubahan besar pada skuad. Sejumlah pemain baru didatangkan untuk memberikan tambahan kualitas pada berbagai posisi. Namun, hasil empat pertandingan pertama justru memperlihatkan masalah serius pada lini serang. Tottenham tidak hanya kesulitan memenangkan pertandingan, tetapi juga belum mampu sekali pun membuat bola masuk ke gawang lawan di Premier League. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap De Zerbi meningkat dengan cepat. Suporter mulai mempertanyakan mengapa investasi besar pada skuad belum menghasilkan peningkatan performa di lapangan.
Perjalanan buruk Tottenham dimulai ketika menghadapi Brentford pada pertandingan pembuka Premier League. Spurs harus menerima kekalahan telak 0-3 dalam laga tandang tersebut. Mereka kemudian kembali mendapatkan hasil buruk ketika menghadapi Newcastle United sebelum mencatat hasil imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest. Harapan untuk mendapatkan kemenangan pertama muncul ketika Everton datang ke Tottenham Hotspur Stadium. Namun, lini depan kembali gagal memanfaatkan kesempatan sehingga pertandingan berakhir 0-0. Empat pertandingan tanpa gol menjadi catatan yang belum pernah dialami Tottenham sebelumnya pada awal musim Premier League.
Pertandingan melawan Everton sebenarnya memberikan kesempatan besar bagi Tottenham untuk mengakhiri periode buruk. Spurs menguasai bola lebih banyak dan berusaha membangun serangan melalui kombinasi dari lini tengah. Namun, penguasaan tersebut tidak menghasilkan cukup banyak peluang berkualitas di depan gawang. Tottenham hanya mampu melepaskan sedikit tembakan yang benar-benar mengancam penjaga gawang lawan. Everton tampil disiplin dalam menjaga area pertahanan dan mampu memutus berbagai kombinasi sebelum mencapai posisi berbahaya. Ketika kesempatan muncul, keputusan akhir pemain Tottenham juga beberapa kali kurang tepat. Persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang paling disoroti De Zerbi.
De Zerbi mengakui dirinya memahami rasa kecewa para pendukung yang datang ke stadion. Mereka berharap melihat Tottenham tampil agresif dan mendapatkan kemenangan pertama musim ini setelah menjalani awal kompetisi yang sulit. Namun, pertandingan kembali berakhir tanpa gol sehingga terdengar respons negatif dari sebagian tribune setelah peluit akhir. De Zerbi menerima reaksi tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung. Menurutnya, tanggung jawab memperbaiki situasi berada pada dirinya bersama para pemain. Ia tidak ingin mencari alasan atas hasil buruk, tetapi menegaskan terdapat sejumlah kondisi yang memengaruhi kesiapan tim pada awal musim.
Salah satu persoalan yang disampaikan De Zerbi adalah kondisi fisik sejumlah pemain. Persiapan pramusim Tottenham dinilai tidak sepenuhnya ideal setelah tim menjalani perjalanan ke Selandia Baru dan Australia. Beberapa pemain mengalami masalah kebugaran maupun cedera, sementara sejumlah anggota skuad baru bergabung dalam periode relatif terlambat. Kondisi tersebut membuat tingkat kesiapan pemain tidak sepenuhnya sama ketika kompetisi dimulai. Pemain seperti Sávio dan Omar Marmoush membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan baru. Dampak Piala Dunia 2026 terhadap jadwal istirahat dan persiapan sejumlah pemain juga menjadi tantangan tambahan.
Meski demikian, De Zerbi menilai persoalan Tottenham tidak hanya berasal dari kondisi fisik. Ia melihat adanya hambatan mental setelah tim menjalani beberapa pertandingan tanpa mendapatkan hasil yang diharapkan. Semakin lama sebuah tim gagal mencetak gol, tekanan terhadap pemain depan dapat semakin besar ketika mendapatkan kesempatan. Pemain kemudian dapat terburu-buru mengambil keputusan karena terlalu ingin mengakhiri kebuntuan. Situasi tersebut terlihat dalam sejumlah serangan Tottenham ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. De Zerbi ingin pemain kembali tenang dan percaya terhadap kemampuan mereka agar keputusan yang diambil menjadi lebih efektif.
Persoalan pengambilan keputusan sebenarnya sudah disampaikan De Zerbi setelah Tottenham bermain 0-0 melawan Nottingham Forest. Menurutnya, Spurs mampu memainkan beberapa bagian pertandingan dengan cukup baik, tetapi kualitas permainan menurun ketika memasuki area pertahanan lawan. Umpan terakhir, pemilihan waktu melakukan tembakan, serta kemampuan menemukan pemain yang berada dalam posisi lebih baik masih perlu diperbaiki. Masalah tersebut kembali terlihat ketika menghadapi Everton. Tottenham dapat membawa bola menuju wilayah lawan tetapi kesulitan menghasilkan penyelesaian yang benar-benar membahayakan. Akibatnya, penguasaan bola tidak memberikan dampak yang sebanding terhadap papan skor.
Situasi tersebut terasa semakin mengejutkan karena Tottenham sebenarnya mampu mencetak banyak gol di kompetisi lain. Spurs sebelumnya mengalahkan Charlton Athletic 5-1 pada putaran kedua Carabao Cup. Hasil itu sempat dianggap dapat menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain depan. Namun, produktivitas tersebut belum dapat diterjemahkan ke Premier League. Intensitas dan kualitas pertahanan lawan di liga membuat ruang yang tersedia menjadi jauh lebih terbatas. Tottenham membutuhkan variasi serangan lebih besar agar tidak mudah diprediksi. Pergerakan tanpa bola dan kemampuan menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tertentu juga perlu ditingkatkan.
De Zerbi tetap meminta pemain mempertahankan ketenangan meskipun tekanan semakin besar. Menurutnya, Tottenham mempunyai kualitas untuk keluar dari situasi tersebut apabila pemain kembali menemukan kepercayaan diri. Ia tidak ingin skuad terlalu terpengaruh kritik maupun catatan statistik mengenai kegagalan mencetak gol. Fokus utama adalah memperbaiki kualitas permainan dan membuat keputusan lebih tepat ketika berada di depan gawang. Satu gol dapat menjadi momentum penting untuk mengurangi beban psikologis yang dirasakan pemain. Setelah kebuntuan tersebut pecah, De Zerbi berharap permainan Tottenham dapat berkembang lebih bebas.
Pertahanan Tottenham sebenarnya menunjukkan perkembangan setelah kebobolan dalam dua pertandingan awal. Dua hasil imbang 0-0 secara beruntun menunjukkan organisasi tanpa bola mulai menjadi lebih stabil. Namun, perbaikan tersebut belum cukup karena sebuah tim membutuhkan gol untuk memenangkan pertandingan. Spurs harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan struktur permainan dan memberikan lebih banyak ancaman ketika menyerang. De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang menginginkan timnya membangun permainan melalui penguasaan bola dan kombinasi terstruktur. Tantangannya sekarang adalah membuat sistem tersebut menghasilkan peluang berkualitas secara lebih konsisten.
Posisi ke-17 dengan dua poin dari empat pertandingan membuat Tottenham membutuhkan perubahan secepat mungkin. Musim memang masih sangat panjang, tetapi kehilangan terlalu banyak poin pada fase awal dapat memberikan tekanan tambahan dalam persaingan berikutnya. Kemenangan pertama dapat menjadi titik balik sekaligus mengangkat kepercayaan diri seluruh skuad. Sebaliknya, apabila periode tanpa gol terus berlangsung, tekanan dari pendukung dan lingkungan klub akan semakin besar. De Zerbi menyadari situasi tersebut dan menegaskan Tottenham harus mampu membebaskan diri dari hambatan mental yang sedang mereka alami. Empat laga tanpa satu gol pun kini menjadi pekerjaan terbesar yang harus segera diselesaikan Spurs.
Permintaan maaf De Zerbi kepada pendukung pada akhirnya menggambarkan besarnya kekecewaan terhadap awal musim Tottenham Hotspur. Empat pertandingan Premier League telah dilewati tanpa kemenangan dan tanpa satu gol pun, sebuah catatan yang sangat jauh dari harapan klub. Hasil 0-0 melawan Everton kembali menunjukkan bahwa masalah utama Spurs berada pada kemampuan mengubah penguasaan bola menjadi peluang dan gol. De Zerbi menilai persoalan fisik, adaptasi pemain baru, serta hambatan mental ikut memengaruhi performa tim. Meski demikian, ia tetap percaya kualitas yang dimiliki skuad dapat membawa Tottenham keluar dari periode sulit. Tantangan terdekat kini bukan hanya mendapatkan kemenangan pertama, tetapi terlebih dahulu menemukan satu gol yang dapat membuka kembali kepercayaan diri Spurs.





