Jakarta, 26 September 2026 –
Nama Keyaa Kunal Banerji menjadi perhatian setelah mencatatkan prestasi mengesankan pada IPF World Sub-Junior & Junior Classic Powerlifting Championships 2026 di Sun City, Afrika Selatan. Powerlifter India berusia 21 tahun tersebut mampu melakukan deadlift seberat 140 kilogram ketika berat badannya hanya 45,7 kilogram. Artinya, Keyaa berhasil mengangkat beban sekitar 3,06 kali berat tubuhnya sendiri dalam kompetisi resmi. Pencapaian tersebut membawanya meraih medali perak pada nomor individual deadlift kategori Junior Women’s 47 kg. Rekaman aksinya kemudian beredar luas di media sosial dan membuat namanya semakin dikenal di luar komunitas powerlifting.
Penampilan Keyaa di kejuaraan dunia tersebut tidak hanya mengandalkan satu angkatan. Ia membukukan squat terbaik 90 kilogram dan bench press 50 kilogram sebelum menutup kompetisi dengan deadlift 140 kilogram. Ketiga hasil itu membuatnya mengumpulkan total angkatan 280 kilogram dan menempati posisi kelima dalam klasemen keseluruhan Junior Women’s 47 kg. Medali peraknya secara khusus diperoleh dari kategori individual deadlift, bukan klasemen total tiga angkatan. Dalam persaingan deadlift, Keyaa berada di belakang lifter Prancis Inès Herbaux yang mencatatkan angkatan lebih tinggi.
Perjalanan Keyaa menuju panggung dunia dibangun melalui perkembangan performa yang konsisten. Pada National Sub-Junior & Junior Classic Powerlifting Championship 2025, ia mencatat squat 82,5 kilogram, bench press 47,5 kilogram, dan deadlift 127,5 kilogram dengan total 257,5 kilogram. Performa tersebut meningkat pada kompetisi nasional 2026 ketika deadlift-nya mencapai 140 kilogram dan total angkatannya naik menjadi 287,5 kilogram. Ia juga pernah meraih medali perak dalam kategori 47 kilogram pada National Classic Bench Press Championship 2026. Rangkaian hasil itu memperlihatkan bahwa keberhasilannya di Afrika Selatan merupakan bagian dari peningkatan performa yang berlangsung bertahap.
Keberhasilan mengangkat 140 kilogram kemudian menjadi titik yang membawa Keyaa ke perhatian publik lebih luas. Bagi atlet kelas ringan, mempertahankan berat badan sesuai kategori sembari meningkatkan kekuatan menjadi bagian penting dalam persiapan kompetisi. Keyaa tampil dengan bobot resmi 45,70 kilogram sehingga deadlift tersebut setara lebih dari tiga kali berat tubuhnya. Prestasi ini semakin menarik perhatian karena dicapai pada kejuaraan dunia junior di bawah International Powerlifting Federation. Pada usia 21 tahun, hasil tersebut sekaligus menjadi salah satu pencapaian internasional penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet India.
Namun, popularitas yang muncul setelah video angkatannya viral juga membawa pengalaman tidak menyenangkan bagi Keyaa. Ia mengungkapkan bahwa perhatian di internet dengan cepat bergeser dari pencapaian olahraganya menuju penampilan fisik. Keyaa juga menghadapi akun palsu, komentar yang melecehkan, serta gambar hasil manipulasi kecerdasan buatan yang menggunakan wajah dan identitasnya tanpa izin. Kondisi tersebut membuatnya berbicara mengenai objektifikasi terhadap atlet perempuan dan meminta publik memberikan perhatian lebih besar pada prestasi olahraga. Ia bahkan membuat akun media sosial baru sebagai salah satu cara mengambil kembali kendali terhadap identitas digitalnya.
Keyaa menilai pengalaman tersebut memperlihatkan tantangan yang masih dihadapi atlet perempuan ketika mendapatkan popularitas di ruang digital. Ia menginginkan dirinya dikenal terutama sebagai seorang perempuan yang menyukai deadlift dan bekerja keras dalam olahraga yang digelutinya. Sorotan terhadap fisik menurutnya tidak seharusnya menutupi pencapaian kompetitif yang membutuhkan latihan, disiplin, dan persiapan panjang. Sikap tersebut membuat kisah Keyaa tidak hanya berbicara mengenai kekuatan mengangkat beban, tetapi juga mengenai bagaimana seorang atlet menghadapi konsekuensi dari popularitas yang datang secara tiba-tiba. Ia memilih menggunakan perhatian yang diterimanya untuk mengarahkan kembali pembicaraan kepada powerlifting dan prestasi atlet perempuan India.
Dengan usia yang masih 21 tahun, Keyaa Kunal Banerji masih memiliki perjalanan panjang untuk mengembangkan kariernya di level internasional. Catatan deadlift 140 kilogram, medali perak kejuaraan dunia junior, serta peningkatan total angkatannya menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa musim terakhir. Prestasinya juga ikut memberikan perhatian lebih luas terhadap powerlifting perempuan India yang selama ini tidak selalu mendapatkan sorotan sebesar sejumlah cabang olahraga lainnya. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi, meningkatkan total angkatan, dan bersaing dalam perebutan posisi keseluruhan pada kompetisi internasional berikutnya. Di balik popularitas yang muncul dari satu video viral, perjalanan Keyaa pada akhirnya tetap bertumpu pada kekuatan, teknik, disiplin, dan pencapaian kompetitifnya sebagai seorang powerlifter.





